MENJADI PENJALA MANUSIA

MENJADI PENJALA MANUSIA

Posted by Administrator GIDI, With 0 Comments, Category: Galeri & Notes, Notes,

MENJADI PENJALA MANUSIA

PenjalaMc

Pembacaan:  Lukas 5:1-11 , Mat 4 : 19

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, Ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”  Mat 4 : 19

Sahabat Injili, Pertimbangan Tuhan Yesus memilih murid-muridNya ternyata bukanlah sembarangan.  Salah satunya adalah saat Tuhan memilih Petrus.  Sahabat Injili, Tuhan Yesus memilih Petrus bukan karena ia tampan, cerdas dan punya kedudukan, melainkan karena ia memiliki karakter hidup yang luar biasa.  Meski hanya berprofesi sebagai seorang nelayan atau penjala ikan, di dalam diri Petrus tersimpan potensi yang besar.

Sahabat Injili, Apa saja kualitas yang ada di dalam diri Petrus, sehingga Tuhan memilih dan memanggilnya untuk menjadi alat kemuliaanNya?  Pertama Sahabat Injili, Petrus adalah orang yang taat.  Telah sepanjang malam mengarungi danau Genesaret Petrus tidak mendapatkan ikan sama sekali.  Namun ketika Tuhan Yesus menyuruhnya untuk menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai,  “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”  (ayat 4), Petrus taat melakukan apa yang diperintahkan Tuhan Yesus kepadanya, padahal ia punya alasan yang kuat untuk menolak perintah Tuhan itu sebab ia adalah seorang nelayan yang sudah sarat pengalaman.  Tapi simak respons Petrus ini:  “…karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”  (ayat 5).  Pada saat Petrus taat, dia menangkap begitu banyak ikan sehingga jalanya terkoyak.

Kedua Sahabat Injili, Petrus adalah orang yang rendah hati.  Darimana kita tahu bahwa Petrus punya kerendahan hati?  Ayat 8 menyatakan:  “…iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: ‘Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.'”  Pengakuan yang jujur dari Petrus yang mengatakan bahwa dirinya seorang berdosa menyiratkan bahwa ia orang yang rendah hati;  ia menyadari siapa dirinya, orang yang tidak layak di hadapan Tuhan.  Tidak mudah bagi seseorang untuk tersungkur di bawah kaki orang lain kecuali dia punya kerendahan hati.  Petrus merendahkan dirinya di hadapan Yesus karena ia tahu siapa yang ada di hadapannya.  Itulah sebabnya ia yang tadinya memanggil Yesus dengan sebutan ‘Guru’ kini memanggilNya ‘Tuhan’.  Satu bentuk pengagungan dan penghormatan yang ia tujukan kepada Yesus.  Selain itu, kata ‘tersungkur di depan Yesus’ menunjukkan bahwa petrus sedang menyembah dan memuji Tuhan!
So, Sahabat Injili, Hari ini Tuhan memanggil kita dengan cara yang sama, sesuai dengan profesi kita masing-masing. Misalnya, bagi yang berprofesi sebagai Pendeta, Pelayan, Pelajar, Mahasiswa, Pegawai Negri/Swasta, Tukang Ojek, Satpam, TNI/POLRI, Dokter, Guru, Pebisnis Nelayan, Petani, Ibu Rumah Tangga Dan sebagainya, sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Tuhan berkata: “Mari ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala Manusia”. Lalu selain itu, kita pun hendaknya meneladani respon dari Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes dalam menyikapi panggilan Tuhan. Jangan tunda, jangan ragu, jangan menolak, tetapi segeralah patuh dan ikuti Dia. Disanalah Tuhan bisa menyatakan kuasaNya dalam merubah kita, orang-orang yang biasa untuk menjadi luar biasa. Ikutlah Yesus sekarang juga, dan ijinkan Dia membentuk hidup anda.

Sahabat Injili,
“Kerendahan Hati dan Ketaatan dapat membuat orang yang biasa atau orang yang terbuang sekalipun untuk menerima kehormatan yang sama untuk menjadi murid YESUS”.

 

Please follow and like us: